mcent

Kamis, 31 Mei 2012

Fenomena Tina Agustina, si 'Gadis Air Mata Berlian'

Nama Tina Agustina langsung terkenal dan jadi bahan pembicaraan publik seminggu belakangan ini semenjak ia diketahui sebagai gadis yang bisa mengeluarkan batu permata berlian dari air matanya. Julukan sebagai 'Gadis Air Mata Berlian' pun kini disandang oleh Tina Agustina yang berasal dari Sumedang, Jawa Barat ini. Lalu apa penyebab dan bagaimana awal kisah atau ceritanya hingga Tina Agustina bisa mengeluarkan permata berlian dari air matanya?
Peristiwa mistis yang dialami oleh Tina Agustina yang baru berusia 19 tahun ini rupanya sudah berlangsung sejak setahun silam. Berawal dari mimpi, dimana di dalam mimpinya itu Tina Agustina diberi buah kelapa oleh seorang nenek tua. Kemudian keesokan harinya dari mata Tina mengeluarkan butiran kecil berwarna hitam.
Mimpi itu tak sampai disitu, namun masih berlanjut di hari berikutnya. Sang nenek menyuruh Tina membuka buah kelapa dan sejak itu mata Tina Agustina bisa mengeluarkan butiran yang menyerupai batu permata atau berlian yang berwarna-warni tiap lima hingga sepuluh menit. Meski butiran kristal itu keras dan tajam, namun Tina mengaku tak sedikitpun merasakan sakit.
Perubahan yang dialami oleh Tina ini langsung mengundang keprihatinan keluarga dan para tetangga. Berharap mendapatkan kesembuhan, pihak keluarga pun membawa Tina ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan pada matanya. Dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumedang, Tina berangkat menuju Bandung. Tina Agustina dirujuk ke Rumah Sakit Khusus Mata di Cicendo, Jawa Barat.
Namun imbas dari fenomena 'Gadis si Air Mata Berlian' ini adalah banyak orang dari berbagai penjuru Tanah Air datang ke rumah Tina Agustina di Sumedang, Jawa Barat untuk berobat. Salah satunya adalah Ening, warga Medan, Sumatra Utara, yang pada hari Kamis (31/5/2012), datang untuk berobat dan yakin kalau Tina Agustina bisa mengobati dan menyembuhkan penyakitnya.
Entah bagaimana, mereka yang datang merasa yakin  bahwa fenomena aneh yang terjadi pada diri Tina Agustina membuatnya punya kemampuan lebih untuk melakukan pengobatan penyakit. Padahal, Tina sendiri sebetulnya merasa tak punya kemampuan luar biasa untuk menyembuhkan orang. Mereka yang datang, meminta air yang telah didoakan Tina. Warga menuturkan, mereka mendapat informasi tentang masalah itu dari mulut ke mulut.
Untuk membantu Tina, teman-temannya menyiapkan air putih yang bisa dibeli warga yang ingin berobat seharga Rp 3.000 per botol. Tina sendiri sebenarnya merasa dirinya bukan orang sakti atau ajaib. Terlebih lagi, dapat menyembuhkan berbagai penyakit ataupun dapat membawa keberuntungan.
(Op)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar