mcent
Tampilkan postingan dengan label dinda kanya dewi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dinda kanya dewi. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 April 2012

Dinda Kanya Dewi Nikmati Ciuman Bibir Dengan Perempuan!

Dinda Kanya Dewi menikmati jadi lesbian? Dinda menikmati ciuman bibir dengan sesama jenis yang menurutnya sama rasanya dengan mencium bibir laki-laki.
"Gue ciuman beneran kok, gue dikasih kepercayaan sama mereka kenapa nggak total," ujarnya saat ditemui di PPHUI, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (9/4/2012).
Wah, ternyata itu adalah karakter yang diperankan Dinda Kanya Dewi sebagai lesbian dalam film 'Lumba-Lumba' yang menjadi bagian dari salah satu film omnibus Sanubari Jakarta. Saking antusiasnya, gitaris grup Pee Wee Gaskins, Doci Sade, tak bisa melarang kemauan pacarnya itu.
"Santai aja enggak yang gimana-gimana, aku mau milih peran apa pun terserah aja," ungkap Dinda.
Tak sekedar kebebasan memilih peran saja, Dinda mengaku enggan ditemani Doci saat dirinya berada di lokasi syuting film 'Lumba-Lumba'.
"Lebih baik enggak, biar lebih fokus aja," tuntas Dinda.
Dinda Kanya Dewi memang benar-benar total dalam film terbarunya. Selain berperan sebagai seorang lesbian, Dinda juga melakukan adegan yang sangat luar biasa, yakni dengan melakukan ciuman dengan sesama jenis. Menurutnya tak ada yang salah jika semuanya dilakukan secara total. Semua itu adalah bagian dari profesionalisme kerja.
"Nggak risih sama sekali. Rasanya ya rasa bibir. Ciuman cowok dan cewek sama saja kok. Dan yang dirasain cinta-cinta juga nafsu ya sama," jelas perempuan yang dikenal sebagai pemeran tokoh antagonis ini.
(Op)

Bikin Film, Dinda Kanya Dewi Tak Berharap Balik Modal

Artis cantik Dinda Kanya Dewi tak berharap banyak modal yang dikeluarkannya untuk memproduksi film 'Malam Ini Aku Cantik' akan balik. Dinda hanya ingin mengusung semangat indie dalam memproduksi film yang menjadi bagian dari film omnibus Sanubari Jakarta ini. Meskipun untuk itu Dinda Kanya Dewi harus merogoh koceknya sendiri untuk mendanai film yang disutradarainya tersebut.
Dinda sadar, jika film hasil garapannya bersama sembilan film lainnya yakni '1/2', 'Lumba-Lumba', 'Terhubung', 'Kentang', 'Menunggu Warna', 'Pembalut', 'Topeng Srikandi', 'Untuk A', dan 'Kotak Cokelat' dalam Sanubari Jakarta belum tentu memberikan keuntungan.
"Aku enggak pernah berharap apa yang aku keluarin bisa kembali lagi. Kami di sini pengin berkarya. Target yeng dikejar itu cuma pengin ditonton orang, enggak yang berat-berat," kata Dinda dalam jumpa pers film Sanubari Jakarta di Gedung PPHUI, Jakarta Selatan, Senin (9/4/2012).
Bagi Dinda Kanya Dewi, mendapatkan sebuah kepercayaan dari produser Lola Amaria merupakan kesempatannya untuk bisa belajar banyak menjadi seorang sutradara. Namun demikian, Dinda belum terpikir untuk segera meninggalkan dunia akting lalu beralih ke belakang layar.
"Di ranah dunia industri ini kayaknya memang masih pengin main (akting) dulu, untuk jadi director perlu belajar lagi," ujar host atau pembawa acara musik '100% Ampuh' yang tayang di GlobalTV ini..
Baik berakting ataupun menyutradarai, Dinda mengaku menikmati proses kedua-duanya. "Dua-duanya senang. Kalau lagi main pengen bikin film atau kalau lagi bikin film maunya main," kata Dinda.
Untuk rencana selanjutnya, Dinda berharap bisa menggarap film fiksi. "Maunya bikin film Sci-Fi yang lebih dunia antah berantah," harapnya. Semoga terwujud ya..
(Op)