mcent

Senin, 30 Agustus 2010

Trend Kerudung dan Mukena Buat Para Wanita Muslim

Padu padan memegang peran penting dalam gaya busana perempuan. Jika pilihan busana muslim sudah ditentukan, padanan utamanya adalah kerudung atau jilbab. Selain warna, pilihan model yang kini sedang digandrungi juga layak menjadi pertimbangan. Menjelang Hari Raya Idul Fitri, selain kerudung Anda tentu juga menyiapkan mukena untuk persiapan ibadah shalat Idul Fitri 1 Syawal nanti. Seperti apa selera pasar tahun ini?
Kerudung atau jilbab kini tersedia dalam variasi desain, warna, dan bahan. Tak sekadar berfungsi sebagai penutup, jilbab atau kerudung juga didesain cantik, dan membuat pemakainya tetap tampil gaya. "Kerudung sekarang itu lebih dinamis, dilihat dari bentuk dan bahannya. Ada kerudung yang dapat langsung digunakan, biasanya lebih simpel dan digunakan untuk ke kantor. Namun tidak menutup kemungkinan juga untuk ditambah corak sehingga dapat digunakan untuk ke acara-acara tertentu," kata Ain, SPG brand Zoya yang ditemui di sela Indonesia Islamic Fashion Fair di Plaza Indonesia, Selasa (24/8/2010) lalu.
Di Tanah Abang, pilihan model kerudung lebih melimpah. Aksen manik atau payet pada kerudung masih mendominasi. Modelnya pun belum banyak bergeser, masih bentuk simpel yang bisa langsung pakai dari bahan kaos yang lembut dan nyaman dikenakan. Namun, banyak juga yang menyukai model kerudung segi empat dari bahan sutera atau katun. Harga di pusat grosir ini bervariasi mulai Rp 25.000 untuk model sederhana dari bahan kaos, dan Rp 50.000 untuk kerudung segi empat.

Mukena bermotif atau polos dengan bordir
Membeli mukena tak lagi hanya sekadar mempertimbangkan fungsinya, namun juga gaya. Tidak berarti untuk pamer saat dikenakan shalat berjamaah, melainkan sekadar pilihan untuk memakai mukena yang stylish dan unik.
Mukena motif karya Diena Prabowo misalnya, kaya dengan motif yang tak biasa. Menurut Diena, sejak tiga tahun terakhir pasar menyukai mukena bermotif dengan warna lembut seperti coklat atau warna cerah namun tak terlalu mencolok. "Kalau soal bahan, pasar suka bahan yang nyaman dipakai," kata Diena saat ditemui di Pameran Kridaya 2010 di Jakarta Convention Center, beberapa waktu lalu.
Sedangkan untuk pilihan model, pasangan mukena atasan dan bawahan bukan satu-satunya alternatif, ada pula yang berbentuk gamis dan ponco. Kedua model terakhir ini lebih cocok dikenakan perempuan berjilbab yang tak lagi membutuhkan tutup kepala. Mukena motif buatan Diena umumnya dijual dalam pameran atau melalui pengajian kaum ibu, mulai harga Rp 160.000 hingga Rp 600.000. Anda bisa memesannya melalui e-mail di diena.rahayu@gmail.com.
Sementara di berbagai outlet mukena di pusat grosir Tanah Abang, Anda masih akan menemui mukena bordir khas Tasikmalaya berwarna putih atau krem. Model seperti ini masih laris di pasaran, dengan harga bervariasi mulai Rp 100.000. Pilihan tersedia, kini kembali kepada selera dan kebutuhan Anda.
sumber:kompasfemale

Tidak ada komentar:

Posting Komentar