mcent

Rabu, 09 Juni 2010

Akhirnya Terpilih 12 Grand Finalis LOTY 2010

Setelah melewati berbagai proses, akhirnya terpilih 12 Grand Finalis LOTY 2010. Sebelumnya L-Men of the Year 2009 dimenangkan oleh Steven Yoswara dan Runner-up Holly Feriston. Steven dan Holly memang layak menang karena memiliki tubuh yang sehat dan bentuk badan yang bagus. Bahkan Holly sempat didaulat untuk mengikuti ajang pemilihan Mr International 2009.
Berdasarkan hasil foto dan rekaman interview pada Pre-Audisi dan Audisi L-Men of the Year 2010 di 14 kota, panel juri khusus telah menentukan 12 Grand Finalist pertama L-Men of the Year 2010. Para Grand Finalist ini terpilih karena dianggap telah memenuhi kriteria sebagai icon L-Men, yaitu :
1. Memiliki karakter dan dedikasi tinggi untuk menginspirasi masyarakat dan komunitas L-Men untuk menjalankan gaya hidup sehat bersama L-Men, baik secara langsung maupun melalui teknologi internet
2. Memiliki potensi untuk berkembang menjadi public figure yang memiliki tubuh ideal atletis dan penampilan menarik
3. Memiliki komitmen kuat untuk secara kontinyu bertransformasi bersama L-Men
Dan inilah Grand Finalist L-Men of the Year 2010 :
1. Dheka (Jawa Timur 1) – Art Director
Tanggal Lahir: 24 Mei 1989
Hobi: music jazz, gym, design grafis
Tinggi/berat: 173/ 62
Seniman. Satu profesi yang dapat dipakai untuk menggambarkan seorang Dheka yang sehari-harinya menghasilkan bermacam desain interior. Hobi sekaligus profesi lain yang dia jalani adalah bermain musik, terutama bass. Sejak SMU, dia sudah menjadi seorang bassis bahkan pernah menyabet 1st runner-up best bassist contest se-Jawa Timur. Aliran musik yang menjadi pilihannya adalah jazz. Bersama bandnya yang beraliran jazz ini, Dheka telah berhasil masuk dapur rekaman musik indie. Namun perjalanannya menuju kesuksesan selalu diwarnai dengan pengalaman diremehkan, hanya karena dia memilih untuk menunda melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Tuduhan “tidak kuliah, tidak sukses” dapat ditampiknya. Berbekal ilmu multimedia dari sebuah lembaga pendidikan dan semangat networking, kini dia berhasil membuktikan usaha kerasnya melalui karir cemerlangnya. Target berikut dari pria yang pernah kurus ini adalah menjadi ikon L-Men.
2. Fredy (DKI Jakarta) – Mahasiswa Bioteknologi
Tanggal Lahir: 10 Februari 1989
Hobi: Olahraga, ilmu alam (science)
Tinggi/berat: 173 / 65
Science is his passion. Ilmu alam mungkin terdengar membosankan dan rumit, namun tidak untuk seorang Fredy! Ketertarikannya dengan dunia science bermula dengan memilih jurusan studi yang terbilang baru, Bioteknologi. Ketertarikan terhadap ilmu alam ini, juga dibuktikannya dengan menjadi asisten laboratorium Bioteknologi Tanaman. Fredy menemukan banyak hal baru melalui aktivitas ini, seperti memindahkan gen dari bakteri ke tanaman agar resisten terhadap hama dan mengurangi pemakaian pestisida, sehingga dapat menekan dampak kerusakan lingkungan. Walau banyak menghabiskan waktu di dunia science, pria yang berhasil lolos di 12 besar Audisi L-Men of the Year 2010 Jakarta ini tak lupa untuk tetap menjaga penampilan melalui latihan keras dan mengonsumsi L-Men Platinum. Pernah punya pengalaman memiliki tubuh kurus dengan berat 55 kg pada dua tahun lalu, kini dia telah berhasil mentransformasi penampilannya dengan meningkatkan bobotnya hingga 65 kg. Dia sangat bangga akan hasil transformasi ini, karena dapat menjadi sumber inspirasi bagi teman-teman di kampusnya dalam menjalani pola hidup sehat sebagai investasi jangka panjang yang berharga.
3. Rio (D.I Yogyakarta) – Bartender
Tanggal Lahir: 24 Juni 1982
Hobi: Beladiri, gym
Tinggi/berat: 177 / 70
Wajahnya mungkin sudah tidak asing bagi para penggemar setia dan peserta L-Men of the Year lainnya. Bagaimana tidak, banyak usaha yang ia lakukan untuk menjadi seorang pemenang L-Men of the Year yang membanggakan. Puncaknya adalah pada tahun 2008, bartender kapal pesiar Amerika ini terpaksa harus mengundurkan diri dari Grand Final L-Men of the Year 2008 karena tuntutan pekerjaan untuk berangkat ke Eropa. Dengan dukungan keluarga dan motivasi dari dalam diri sendiri, pria yang gemar memancing ini akhirnya mempersiapkan diri selama dua bulan untuk kembali ke arena L-Men of the Year 2010. Sejak itu, mitos “kesempatan tidak datang dua kali” dipatahkannya! Dalam perjalanan karirnya sebagai bartender, Rio telah merasakan suasana bekerja di Eropa, Amerika dan sampai ke Karibia Selatan. Tak heran bila ia cukup fasih berbahasa Italia, yang juga merupakan negara favoritnya selain Spanyol. Prestasi lainnya, dia juga pernah menjadi wakil D.I Yogyakarta dan memenangkan medali perunggu di Pekan Olahraga Nasional tahun 2000 dalam olahraga tarung derajat.
4. Adzam (Jawa Timur 2) – Mahasiswa Manajemen
Tanggal Lahir: 5 Mei 1989
Hobi: gym, baca buku, modeling
Tinggi/berat: 177/ 69
His athletic body was not built in a day, but through hard work and commitment. Adzam is currently studying management at a university in Malang.
One and a half years ago, exercising was nothing serious but to spend his spare time. It was Grand Final of L-Men of the Year 2007 on TV that changed his motivation and made him commited to regular exercise. His motivation became even higher when a friend from college won L-Men of the Year 2009. Adzam was more determined than ever to reach his dream: standing on the stage of this prestigious event.
As a second child of three siblings, he is now active as a model in Eastern Java, and once awarded “The Best Catwalk” in a modeling competition. He also won several taekwondo championships, i.e silver medal in pre-junior championship for Java-Bali area and bronze medal in national championship. One of his favorite sports is playing futsal.
5. Johan (Jawa Tengah) – Karyawan Bank
Tanggal Lahir: 23 Januari 1985
Hobi: Fitness, futsal, main band
Tinggi/berat: 180/70
Di tengah kesibukannya sebagai seorang karyawan sebuah bank, Johan juga aktif menekuni dunia modeling. Salah satu pengalaman uniknya, ketika dia mendapatkan kesempatan berakting dalam video klip sebuah band beraliran pop dan rock. Job-nya yang satu ini pernah membuat dia ditampar habis-habisan hingga memar oleh lawan mainnya yang berakting sambil menangis. Namun hal ini tidak membuat dia kapok untuk berakting dalam video klip. Selain itu, pria yang pandai bermain gitar ini, juga sudah malang melintang di panggung catwalk di Jawa Tengah. Namun berat badannya yang hanya 64 kg, terkadang menjadi penghalang untuk karir modeling-nya. Untuk itulah mantan anak band ini memulai aktivitas fitnes. Berkat L-Men Platinum dan L-Men Gain Mass dia berhasil menambah massa ototnya hingga 70 kg. Dia sangat bersyukur dengan kehidupannya sekarang, sebab ancaman narkoba pernah menghampirinya. Namun pemenang audisi Semarang ini sudah meninggalkan masa kelamnya dan siap untuk menginspirasi orang banyak betapa gaya hidup sehat telah mengubah hidupnya!
6. Luke (Jawa Barat 1) – Atlet basket
Tanggal Lahir: 29 Maret 1988
Hobi: Basket, gym
Tinggi/berat: 187/ 85
Pria asal Bandung ini pernah mencoba keberuntungannya di audisi L-Men of the Year 2009, namun saat itu dia masih kalah saing dengan peserta lain. Di tahun 2010 ini, persiapan fisiknya makin dimantapkan dengan menjalankan pola hidup sehat bersama L-Men, hingga akhirnya terpilih sebagai pemenang audisi Bandung. Pria yang memiliki hobi basket streetball ini, dulu sempat memiliki gaya hidup yang tidak sehat, yaitu menjadi perokok berat dan suka minuman keras. Namun, dia sadar bahwa dia tidak ingin staminanya terkuras karena rokok saat main basket dan fitnes. Sudah 2 tahun dia meninggalkan gaya hidupnya yang lama itu, dan kini hidupnya berbalik 180 derajat. Inilah yang memotivasi dirinya menjadi ikon L-Men, agar dapat memberikan contoh bagi generasi muda lainnya yang terjebak dalam gaya hidup tidak sehat. Dengan posturnya yang tinggi dan keahliannya melakukan slam dunk, dia berperan sebagai Center dalam timnya. Hasilnya, penggemar berat Kobe Bryant ini, pernah meraih gelar Basketball All-Star di Bandung tahun 2009
7. Thomas (Jawa Barat 2) – Operational Manager
Tanggal Lahir: 3 Januari 1985
Hobi: Main musik dan biliar
Tinggi/berat: 181/ 74
Tepat di usia 12 tahun, Thomas mulai menekuni piano. Talenta musikal yang dia miliki juga dikembangkan dengan bermain berbagai alat musik lainnya, seperti drum, gitar, bahkan sampai alat musik tiup dengan tingkat kesulitan tinggi, yaitu saksofon. Dia mengaku paling senang dan enjoy dengan aliran musik jazz, maka tak heran bila musisi Bubi Chen menjadi panutannya dalam bermusik. Setelah lulus dari jurusan manajemen, pria kelahiran Bandung ini menerapkan ilmunya dengan menjadi operational manager di sebuah perusahaan tekstil. Selain itu, untuk menyalurkan bakatnya, dia juga menjadi guru musik privat, dan sering tampil di berbagai panggung dan acara musik. Menjadi Grand Finalist L-Men of the Year 2010 tak pernah dia sangka sebelumnya, bagaimana tidak, dulu beratnya mencapai 98 kg. Dengan rutin berlatih dan mengonsumsi L-Men Lose Weight, dia berhasil melakukan transformasi pada penampilannya dan siap menginspirasi orang banyak.
8. Sonny (Riau) – Personal Trainer
Tanggal Lahir: 9 Desember 1988
Hobi: fitness, jalan-jalan
Tinggi/berat: 178/ 69
Pria yang sedang menempuh studi hukum semester delapan ini dulunya kerap diejek karena memiliki tubuh kurus bahkan sering sakit-sakitan. Berkat seorang saudaranya yang sudah lama dia tidak temui, mulai tahun 2006, ia memutuskan untuk aktif fitnes. Saat masih duduk di bangku sekolah, ia sudah punya obsesi berkompetisi di ajang tahunan L-Men of the Year, sampai-sampai ia menamai setiap buku pelajaran dengan nama “Sonny L-Men” dan siapa sangka nama itu benar dia sandang! Walau usianya terbilang muda, dia juga sudah mendapatkan penghasilan tambahan dengan aktif menjadi personal trainer. Pria asal Pekanbaru yang bercita-cita menjadi pengacara ini, juga memiliki keinginan yang kuat menjadi seorang entertainer. Untuk membuktikan mimpinya ini, dia pun tidak tanggung-tanggung untuk mengambil cuti kuliah demi berkompetisi dalam L-Men of the Year 2010 dan berharap menjadi ikon L-Men berikutnya.
9. Andrew (Sulawesi Utara)- Mahasiswa Hukum
Tanggal Lahir: 20 Agustus 1989
Hobi: Main bola, browsing
Tinggi/berat: 176/ 66
Mahasiswa hukum di universitas Sam Ratulangi ini sempat tersinggung oleh ucapan Obert dalam iklan TV L-Men Gain Mass, “Dulu badan gue juga segitu!” Memang benar, bahwa dulu badannya sangat kurus karena pola hidup yang tidak teratur, bahkan sempat terjerumus ke dalam bahaya rokok. Namun, perkataan tersebut, justru menjadi momen berharga, yang membuat hidupnya bertransformasi perlahan untuk mulai rutin berolahraga, mengonsumsi L-Men dan meninggalkan rokok. Terpilih menjadi Grand Finalist L-Men of the Year 2010 akan dijadikan media untuknya dalam memotivasi orang lain. Itulah janjinya! Untuk melatih leadership¬-nya, saat ini Andrew aktif dalam organisasi mahasiswa dengan misi menciptakan suasana kekeluargaan di kampusnya. Dirinya juga menjadi teladan di bidang pendidikan dengan menerima program beasiswa selama dua semester, karena memiliki prestasi nilai yang sangat baik dan keaktifannya dalam berorganisasi.
10. Rikas (Lampung) – Sales Manager
Tanggal Lahir: 7 Juli 1980
Hobi: nonton, motor besar, kuliner
Tinggi/berat: 176/ 68
Kecintaannya pada motor besar membuat pria ini mempunyai impian keliling Indonesia dengan mengendarai motor besar kebanggaannya. Bahkan ia pun memilih untuk bekerja menjadi seorang Sales Manager di sebuah perusahaan otomotif di Lampung. Namun karena tuntutan pekerjaan, ia harus rela menunda impian keliling Indonesianya untuk sementara, dan tetap merencanakan ikut keliling pulau Jawa dengan sebuah komunitas pecinta motor besar. Hidup 9 tahun di Negeri Kangguru untuk menempuh studi, Rikas juga mengaktualisasi dirinya dengan meraih puluhan medali kejuaraan karate, beberapa di antaranya memenangkan medali emas, perak dan perunggu dalam kejuaraan S.K.I.W.A (Shotokan Karate International of Western Australia) pada tahun 1999 silam. Dia pun pernah mengalahkan beberapa atlet nasional Australia. Nama Indonesia yang dibawa pun semakin dikenal di negeri seberang. Tak hanya itu, sepulangnya ke negeri sendiri, ia juga sempat menekuni boxing demi menjaga tubuh atletisnya.
11. Sadewo (Kalimantan Tengah) – Mahasiswa Teknik Sipil
Tanggal Lahir: 23 Juni 1986
Hobi: Sepak bola, Gym
Tinggi/berat: 174/ 62
Bersama saudara kembarnya, Sadewo telah 3 tahun mengikuti audisi L-Men of the Year sejak tahun 2008. Dan Sadewo akhirnya membuktikan hasil transformasinya di L-Men of the Year 2010. Dia mengaku, setiap tahun badannya mengalami perkembangan yang memuaskan. Tidak hanya itu, kegagalannya dalam audisi sebelumnya juga dijadikan pembelajaran untuknya agar lebih percaya diri. Sekarang dia berani tampil di muka umum dan tidak cuek dengan penampilanya. Saat ini, Sadewo sedang disibukkan dengan proses pembuatan skripsinya di bidang teknik sipil. Seminggu sekali, dia beralih profesi sebagai gelandang di lapangan sepak bola. Walau tidak tergabung dalam klub bola tertentu, pria yang separuh hidupnya dihabiskan di Kalimantan Tengah ini sempat mewakili kabupatennya dalam kompetisi sepak bola. Tak hanya itu, dia juga pernah menjadi perwakilan paskibra kabupaten saat duduk di bangku SMU.
12. Edo (Kalimantan Selatan) – Marketing Officer Spa & Gym
Pekerjaan: Marketing Spa & Gym Hotel Internasional
Tanggal Lahir: 16 November 1978
Hobi: Baca buku kuliner, otomotif
Tinggi/berat: 175 / 66
Produk L-Men yang digunakan: L-Men Platinum
Musik era 80-an seperti Megadeth dan White Lion adalah kesenangannya. Hal itu pula yang memotivasi dirinya sempat bertahun-tahun memiliki rambut panjang ala rocker. Dia senang bermusik dengan gitar andalannya dan sempat menjadi ketua organisasi sebuah komunitas musik Underground. Walau begitu, pemenang Pre-Audisi L-Men of the Year 2010 Banjarmasin ini tetap menjalankan pola hidup sehat dengan menghindari minuman keras dan dunia malam. Pekerjaannya sebagai marketing officer sebuah fitness dan spa di sebuah hotel internasional, membuat Edo cukup giat membentuk tubuhnya. Pria yang juga berprofesi sebagai personal trainer ini, memiliki impian mulia, yaitu memberi inspirasi generasi muda agar giat menjalani hidup sehat. Selain itu, ia juga berharap melalui ajang L-Men of the Year 2010, ia dapat mengenal dunia entertainment dan menjadi pemain film.
sumber:l-men.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar