mcent

Rabu, 16 Juni 2010

Papua Diguncang Gempa Sebanyak 4 Kali

Empat gempa berkekuatan cukup besar yang terjadi dalam kurun waktu kurang dari 60 menit mengguncang tenggara Biak, Papua, pada Rabu pagi. Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam situsnya, gempa berkekuatan 7,1 skala Richter ( SR) mengguncang daerah itu pada pukul 10.16 WIB.
Gempa itu terjadi pada kedalaman 10 km dengan pusat gempanya di laut yang berjarak 123 km dari tenggara Biak, Papua. Gempa ini bisa dirasakan di Biak, Nabire, Manokwari dan Serui. Sebelumnya, Rabu pukul 10.06 WIB, telah terjadi gempa berkekuatan 6,2 SR dengan kedalaman 10 km. Pusat gempa di laut, yakni 114 km tenggara Biak, Papua.
Gempa 5,3 SR terjadi pada pukul 10.38 WIB di kedalaman 10 km. Pusat gempa ini dilaporkan di 147 km tenggara Biak, Papua. Pada pukul 10.58 WIB, kembali terjadi gempa susulan berkekuatan 6,6 SR di kedalaman 10 km dengan pusat gempa juga di laut, yakni 126 km tenggara Biak, demikian laporan BMKG dalam situsnya.
Gempa di Biak, Papua, Rabu (16/6) ini dilaporkan telah menelan dua korban jiwa. Kapolres Yapen Ajun Komisaris besar Polisi Denny Siregar menyatakan, dua warga setempat dilaporkan tewas akibat tertimpa reruntuhan bangunan. "Laporan sementara yang diperoleh Polres Yapen dua warga tewas. Sedikitnya 10 rumahwarga di Kota Serui roboh akibat goncangan gempa. Bahkan, Mapolres dan sejumlah fasilitas pemda rusak," jelas Siregar.
Gempa berkekuatan 7,1 skala Richter itu berada di kedalaman 10 kilometer di laut. Siregar menambahkan, gempa membuat sejumlah tiang listrik ambruk, sehingga membuat sejumlah rumah dan toko terbakar. Sebagian besar warga masih bertahan di luar rumah karena masih sering terjadi gempa susulan.
Victor Palembangan, wartawan harian lokal yang bertugas di Kabupaten Biak, mengatakan, gempa yang berpotensi tsunami membuat panik masyarakat. Saat gempa terjadi mereka berhamburan keluar rumah. "Gempa yang pertama sangat terasa. Warga langsung berhamburan keluar rumah dan berlindung ke daerah yang lebih tinggi," ujar Victor.
Ia mengaku, gempa susulan masih dirasakan, sehingga sebagian besar warga masih bertahan di luar karena khawatir bangunan rumah roboh. "Pengamatan sementara banyak rumah warga dan perkantoran retak akibat terjadinya gempa," jelas Victor.
sumber:antaranews.com, metrotvnews.com
gambar:geospasial.bnpb.go.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar